Strategi bagi manajer adalah rencana berskala besar dengan berorientasi masa depan guna berinteraksi dengan kondisi persaingan untuk mencapai tujuan perusahaan. Strategi merupakan rencana permainan perusahaan, meski tidak merinci seluruh pemanfaatan (manusia, keuangan, dan material) di masa depan, namun rencana tersebut menjadi kerangka bagi keputusan manajerial. Strategi mencerminkan pengetahuan perusahaan mengenai bagaimana, kapan, dan dimana, perusahaan akan bersaing, dengan siapa perusahaan sebaiknya bersaing dan untuk tujuan apa perusahaan harus bersaing (Pearce dan Robinson, 2008) .

Sumber : Pearce dan Robinson (2008))

 Gambar 2.1

Model Manajemen Strategis Pearce dan Robinson

Wahyudi (1996) menjelaskan, strategi memilki beberapa ciri antara lain; menyatu (unified) yaitu menyatukan seluruh bagian-bagian dalam perusahaan, menyeluruh (comprehensive) yaitu mencakup seluruh aspek dalam perusahaan, integral (integrated) yaitu seluruh strategi akan cocok atau sesuai dengan seluruh tingkatan dalam perusahaan.

Pada siklus organisasi, strategi terdiri atas tiga tahapan, yaitu: formulasi, implementasi dan evaluasi. Tahapan implementasi merupakan tahapan yang vital dan penting bagi keberhasilan suatu organisasi. Pada tahap ini dibutuhkan suatu aktivitas yang luas dan membutuhkan komitmen serta kerjasama dari semua unsur organisasi. Seorang konsultan bisnis bernama Mc Kinsey menciptakan suatu alat analisa yang dapat digunakan dalam tahap penerapan atau implementasi strategi bisnis. Alat analisa tersebut dikenal sebagai “The 7S Framework”. Pada model 7-S dikenal ada dua jenis variabel, yaitu Hard Variable dan  Soft Variable. Hard Variable adalah variabel yang mudah untuk diidentifikasi dari dokumen-dokumen perusahaan, sedangkan Soft Variable relatif lebih sukar dikenali. Berikut ketujuh variabel 7-S. Hard Variables meliputi;

  1. a.         Strategy

Strategi adalah jalan yang telah dipilih oleh organisasi bagi perkembangan masa depannya atau suatu rencana yang disusun oleh organisasi untuk mendapatkan keunggulan bersaing yang mampu bertahan (sustainable competitive advantage).

 

  1. b.     Structure

Structure merupakan kerangka kerja dimana aktivitas para anggota organisasi dikoordinasikan.

  1. c.         System

System adalah prosedur formal dan informal, termasuk sistem inovasi, sistem kompensasi, sistem informasi manajemen dan sistem alokasi modal yang menentukan aktivitas setiap hari.

Adapun Soft Variables meliputi;

  1. Style

Style merupakan pendekatan kepemimpinan dari manajemen puncak dan pendekatan operasi organisasi secara keseluruhan; juga meliputi cara dimana para pegawai mewakili diri mereka pada dunia luar dan kepada masyarakat.

  1. Staff

Staff merupakan sumber daya manusia organisasi; mengacu kepada bagaimana manusia dikembangkan, dilatih, disosialisasikan, diintegrasikan, dimotivasi dan bagaimana  karier mereka dikelola.

  1.  Skill

Skill adalah kemampuan unik yang membedakan organisasi dengan organisasi lainnya.

  1. Shared Values

Pada awalnya bernama superordinate goals; konsep dan prinsip penuntun bagi organisasi-nilai-nilai dan aspirasi, biasanya tidak tertulis yang berada di luar pernyataan konvensional sasaran organisasi; ide-ide dasar organisasi dibangun, hal-hal yang mempengaruhi kelompok untuk bekerja bersama untuk tujuan umum bersama.

 

Gambar 2.2  Model 7 S dari Mc Kinsey

Model diatas menggambarkan adanya hubungan antara pemimpin, budaya organisasi, dan strategi. Mc Kinsey menjelaskan bahwa strategi (strategy) yang telah disepakati oleh para pemimpin harus didukung oleh struktur organisasi (structure) dan sistem (system) yang diterapkan dalam organisasi tersebut. Struktur dan sistem tersebut ditentukan oleh pemimpin (style). Pemimpin menentukan siapa orang yang membantunya (staff), dan skill yang dimiliki oleh staf.  Structure, system, style, staff, dan skill memiliki kontribusi terhadap keberhasilan strategi. Kontribusi dari dari 5S tersebut (structure, system, style, staff, dan  skills) menyatu dalam satu variabel yang disebut Shared value atau yang dikenal dengan culture (budaya organisasi) (Pearce dan Robinson,  2000).